Mobil yang Terendam Jangan Langsung Dihidupkan

Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota dan
sekitarnya mulai surut. Warga yang genangan air di rumahnya sudah
surut mulai berbenah. Berbagai barang dan perabotan rumah tangga yang
tadinya terendam air mulai diperiksa kondisinya, apakah masih dapat
dipakai dengan sedikit perbaikan atau harus diganti dengan yang baru.

Di antara barang-barang yang diperiksa adalah mobil yang terendam
air di garasi karena tidak sempat dikeluarkan pada saat banjir
datang. Jika genangan air yang memasuki garasi pada ketinggian di
bawah 50 sentimeter melanda mobil, biasanya persoalan menjadi lebih
ringan karena biasanya yang menjadi korban adalah interior, atau
bagian dalam mobil. Seperti karpet basah yang menimbulkan bau yang
kurang sedap.

Sementara itu, mengenai hal-hal yang berhubungan dengan mesin
biasanya tidak terganggu sehingga mesin bisa langsung dihidupkan.

Jangan dihidupkan
Yang menjadi persoalan besar, jika mobil terendam sampai 1 meter
atau lebih.

Jika mobil terendam sampai 1 meter atau lebih, mesin mobil
jangan langsung dihidupkan. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa
terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk menghidupkan mesin mobil.

Pertama, periksa tempat saringan udara (air filter). Jika
kemasukan air, keringkan. Untuk mobil yang masih menggunakan
karburator, periksalah apakah air memasuki karburator. Jika ada air,
keluarkanlah.

Demikian juga mobil yang masih menggunakan platina, periksalah
delko (distributor)-nya, jika basah keringkan. Khusus bagi mobil-
mobil yang telah menggunakan electronic fuel injection (EFI) dan
pengapian elektronis CDI, pemeriksaan bisa langsung dilanjutkan ke
busi dan kabel-kabelnya. Kedua perangkat itu dibuat tahan air
(waterproof).

Periksa kondisi oli mesin, apakah telah tercampur air atau tidak.
Pemeriksaan kondisi oli bisa dilakukan dengan menarik dipstic
(tangkai besi pipih pengukur oli). Jika oli di ujung dipstic masih
berwarna hitam pekat, maka bisa dipastikan bahwa kondisi oli masih
baik dan tidak tercampur air.

Namun, jika warna oli di ujung dipstic coklat bercampur putih
susu, maka dipastikan bahwa oli bercampur air. Jika kasus itu yang
terjadi, gantilah oli mesin.

Tidak ada salahnya jika memeriksa motor stater yang lebih populer
dengan nama dinamo stater. Jika basah, keringkan.

Jika semua itu telah diperiksa dan semuanya berada dalam kondisi
yang baik, masukkan kunci mobil ke tempatnya dan geser ke posisi
kontak.

Apabila semua lampu indikator di dalam klaster meter menyala,
maka itu berarti sistem kelistrikan mobil dalam keadaan baik dan
mesin bisa segera dihidupkan.

Jika mesin tidak mau hidup, ada kemungkinan bensin tercampur air.
Berat jenis air lebih besar daripada bensin sehingga air otomatis
akan turun ke bawah. Untuk mengeluarkan air dari tangki bensin,
bukalah baut yang terdapat di bagian bahwa tangki bensin.

Jika lampu indikator tidak menyala, berarti sistem kelistrikan
mobil rusak dan itu berarti mobil harus dibawa ke bengkel.

Untuk mobil bermesin diesel. Yang perlu diperiksa hanya saringan
udara dan kondisi olinya. Jika semua sudah dilakukan dan semua dalam
kondisi baik, maka tinggal menghidupkan mesin.

Seandainya Anda tidak mengerti soal mesin, jalan terbaikadalah
menghubungi bengkel terdekat dan minta mereka memeriksa mobil Anda.(JL)

Artikel dimuat di harian
Kompas, 06 Februari 2007, halaman 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s