Humvee, Kendaraan Perang Pengganti Jip

JIP, kini tidak lagi digunakan oleh Angkatan Bersenjata Amerika
Serikat (AS). Kehadirannya sebagai kendaraan perang telah digantikan
oleh High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (HMMWV), yang populer
dengan sebutan Humvee.

Itu sebabnya, jip, saat ini tidak lagi tampak menyertai pasukan
AS ke medan perang. Pasukan AS yang digelar di Afganistan menjelang
akhir tahun 2001 menggunakan Humvee untuk mendukung pergerakan
(mobilitas) mereka di sana. Di samping, tentunya, kendaraan perang
lainnya seperti panser dan tank.

Humvee memulai debutnya pada Perang Teluk tahun 1991, saat
pasukan multinasional di bawah pimpinan AS menggempur Irak. Sebanyak
2.000 dari 59.883 Humvee milik Angkatan Darat AS dilibatkan dalam
Perang Teluk. Kinerja (performance)-nya dinilai tidak mengecewakan.
Meskipun ada beberapa bagian yang dinilai perlu lebih ditingkatkan.
Dan, AM General dari waktu ke waktu terus mengoptimalkan kemampuan
Humvee.

Sosok Humvee lebih besar dari jip. Panjang Humvee bervariasi
antara 4,5-5,1 meter, lebar 2,15-2,19 meter, dan tinggi 1,8-2,6 meter.
Humvee menyandang mesin Detroit Diesel 6,5L (6.489cc), 8 silinder
dengan konfigurasi V (V8), menggunakan turbocharger, pengaturan
eletronis, sistem persneling otomatis dengan empat tingkat kecepatan,
dan berpenggerak empat roda (4 x 4) permanen. Daya yang dihasilkan 195
tenaga kuda (PK) pada 3.400 putaran mesin per menit (rpm) dan torsi
maksimal (momen puntir) 580 Nm pada 1.800 rpm.

Sesungguhnya, daya yang dihasilkan oleh mesin Humvee tidaklah
terlalu istimewa. Daya yang dihasilkan mesin Humvee tidak terpaut
jauh dengan daya jip Mercedes Benz G400 CDI, yang dianggap sebagai
mobil penumpang yang memiliki mesin diesel terkuat. Mercedes Benz
G400 CDI yang menyandang mesin diesel 3.996 cc, V8, dan dilengkapi
turbocharger ganda menghasilkan tenaga 250 PK pada 4.000 rpm dan
torsi maksimal 560 Nm pada 1.700 rpm.

Bahkan, tenaga Humvee masih kalah dari mesin Cadillac Escalade
yang masuk kategori sport utility vehicle (SUV). Mesin bensin 6.0L V8
yang dibantu supercharger bertekanan tinggi menyemburkan daya 500 PK
dan torsi maksimum 726 Nm.

Namun, kemampuan jelajah Humvee dianggap luar biasa, jauh di atas
daya jelajah jip. Apalagi kemampuan itu juga ditopang oleh penggunaan
suspensi independen pada keempat roda.

Mesin Humvee dibuat sekuat dan sesederhana mungkin agar dapat
bertahan lama dan mudah penanganan atau perawatannya. AM General menjamin Humvee
tahan digunakan dalam kondisi tempur sampai 12 tahun.

Dengan mesin berkapasitas 6.489 cc, Humvee memiliki kemampuan
menanjak (mendaki) sampai 60 derajat, merayap dengan kemiringan 40
persen, melewati hambatan vertikal dengan ketinggian 22 derajat,
melintasi permukaan air dengan sudut 30 derajat, mengarungi medan
lumpur sedalam 41 sentimeter, dan mampu dipacu dengan kecepatan 48
kilometer per jam sejauh 36 kilometer dalam keadaan empat roda
kempes.

Humvee pun dilengkapi dengan Central Tire Inflation System
(CTIS), atau Sistem Pengisian Ban Terpusat, yang memungkinkannya
menjelajahi seluruh jenis permukaan tanah. Mulai dari medan lumpur
sampai medan berbatu-batu dapat ditaklukkan dengan menyesuaikan
tekanan ban dari dalam mobil dengan hanya menekan tombol. Apalagi,
sebagaimana kendaraan offroad lainnya, Humvee pun dilengkapi dengan
anti-lock braking system (ABS) dan traction control system (TCS). AM
General juga mengeluarkan beberapa versi Humvee antipeluru (bullet
proof).

Kemampuan jelajahnya telah diuji coba melintasi lebih dari
960.000 kilometer pemukaan tanah yang kasar, termasuk permukaan tanah
yang disimulasikan sebagai medan offroad dan medan tempur.
Humvee juga diuji coba untuk melintasi pasir dan lumpur yang
dalam, melewati genangan air, melintasi padang pasir yang panas,
dan kawasan Artic yang sangat dingin. Dan, Humvee
berhasil menyelesaikan seluruh uji coba itu dengan baik.

Atas permintaan masyarakat, pada tahun 1992, AM General
meluncurkan Humvee versi sipil, yang dinamakan Hummer, yang
dilengkapi dengan global positioning system (GSP), air conditioning,
power window, miror, dan lock, serta pemutar compact disc. Namun, sambutan tidaklah seheboh yang diperkirakan. Sosoknya yang
aneh bagi kebanyakan orang membuat Hummer hanya laku sekitar 300-an
pada tahun pertama. Bintang film terkenal Hollywood, seperti Arnold
Schwarzenegger dan Sylvester Stallone, merupakan pemilik pertama
Hummer.

***

SAMA seperti jip, Humvee pun lahir karena kebutuhan Angkatan
Bersenjata AS. Pada akhir tahun 1970-an, Angkatan Darat Amerika
Serikat (AS) menganggap bahwa kendaraan yang dioperasikan di Angkatan
Darat terlalu beragam, seperti jip, minibus/microbus, van, dan pick
up berukuran sedang (yang populer dengan sebutan mini truck). Bahkan,
juga ada beberapa kendaraan yang sengaja dibuat untuk melakukan
tugas-tugas khusus, antara lain kendaraan pemanggul tabung pelontar
roket (TOW), kendaraan pemanggul pelontar granat atau senapan mesin,
dan ambulans, baik yang berukuran kecil maupun menengah.

Hal itu dirasakan tidak efisien. Angkatan Darat menganggap, semua
tugas yang berbeda-beda itu sesungguhnya bisa dilakukan oleh satu
jenis kendaraan saja yang dirancang secara khusus. Angkatan Darat
menginginkan satu kendaraan serbaguna (versatile), yang dapat
dimodifikasi untuk melaksanakan tugas-tugas yang berbeda-beda, tetapi
secara mekanis sebetulnya tetap sama.

Untuk itu, pada tahun 1979, Angkatan Darat membuka kesempatan
bagi perusahaan-perusahaan mobil AS untuk mendesain suatu kendaraan
baru yang dapat melakukan tugas yang selama ini dikerjakan oleh
berbagai kendaraan yang dimiliki Angkatan Darat, serta memiliki
kemampuan di atas kendaraan lain.

Persyaratan yang harus dipenuhi
kendaraan baru itu cukup berat, karena harus mempunyai spesifikasi
yang sama seperti tank Bradley dan tank M1. Antara lain, ketinggian
dari permukaan tanah (ground clearance) 41 sentimeter, memiliki
kemampuan mendaki/menanjak sampai 60 derajat, merayap dengan
kemiringan 40 persen, melewati hambatan vertikal setinggi 46
sentimeter, dan melintasi anak sungai atau genangan air sedalam 76
sentimeter tanpa perlengkapan khusus. Dengan perlengkapan khusus,
Humvee mampu melintasi anak sungai/genangan air sedalam 1,52 meter
(sampai separuh jendela terendam). Kendati sanggup melewati air
sedalam 1,52 sentimeter, tetapi kabin Humvee tidak waterproof
atau kedap air, karena itu siap-siaplah berbasah ria.

AM General, Chrysler Defense (belakangan dijual ke General
Dynamic), dan Teledyne tertarik untuk mengikuti kesempatan yang
ditawarkan Angkatan Darat itu. Beberapa prototipe kendaraan
dikirimkan kepada Angkatan Darat untuk evaluasi pendahuluan. Angkatan
Darat mencatat semua kekurangan yang ada, dan meminta kepada ketiga
perusahaan itu untuk mengadakan perubahan serta mengetes sendiri
hasil ubahannya.

AM General adalah perusahaan pertama yang menyelesaikan tesnya.
Selain itu, kendaraan yang dibuatnya juga paling ringan dan
kinerjanya paling baik. AM General kemudian memenangkan kontrak itu,
dan awal tahun 1984 lahirlah Humvee yang sosoknya seperti yang
dikenal saat ini.

Humvee versi pertama menggunakan mesin Detroit Diesel 6.2L (6.200
cc), 8 silinder dalam konfigurasi V (V8), 150 tenaga kuda (PK) pada
3.400 rpm, torsi maksimum 340 Nm pada 1.800 rpm, suspensi independen
pada keempat roda, sistem persneling otomatis dengan tiga tingkat
kecepatan, serta tangki bahan bakar berisi 96 liter dengan cadangan
64 liter. Dengan bahan bakar sebanyak itu, Humvee bisa menempuh
perjalanan sejauh 483 kilometer tanpa mengisi bahan bakar.
Pada awalnya, Humvee muncul dengan lima model, yakni pengangkut
kargo/pasukan, pemanggul tabung pelontar roket, pemanggul senjata
pelontar granat/senapan mesin, mobil boks , dan ambulans. Dari lima
model itu dikembangkan lagi menjadi 15 bentuk dan ukuran.
Tanggal 22 Maret 1983, Angkatan Darat memesan 55.000 Humvee
senilai 1,2 milyar dollar AS. Ke-55.000 kendaraan itu akan
diselesaikan dalam waktu lima tahun dengan 15 konfigurasi yang
berbeda-beda. Pesanan itu kemudian ditingkatkan menjadi 70.000
kendaraan. Tahun 1989, AM General mendapatkan kontrak lima tahun lagi
untuk lebih dari 30.000 kendaraan.

Awal tahun 1994, AM General mengeluarkan Serie A1 (pada versi
sipilnya menggunakan kode H1) yang merupakan peningkatan dari Humvee
versi pertama, khususnya pada sasis (chassis), beberapa bagian
interior, potongan as roda belakang, dan beberapa perubahan pada
sistem listrik.

Tahun 1995, dikeluarkanlah Serie A2 (H2). Perbedaan A2 dari A1
hanyalah pada kapasitas mesin, sistem persneling otomatis, dan
penggunaan CTIS.

Serie A2 menyandang mesin yang kapasitasnya lebih besar, yakni
Detroit Diesel 6.5L, V8, 170 PK pada 3.400 rpm, torsi maksimum 394 Nm
pada 1.800 rpm, dan menggunakan sistem transmisi otomatik dengan
empat tingkat kecepatan. Tahun 1996, dikeluarkan Serie A2 yang
menggunakan turbocharger. Dengan menambah turbocharger, tenaga yang
dihasilkan meningkat menjadi 195 PK pada 3.400 rpm dan torsi maksimum
580 Nm pada 1.800 rpm. Dan, itu membuat Humvee 6.5 L dapat dengan mudah
merayap pada tanjakan dengan sudut 60 derajat, sesuatu yang sulit
dilakukan oleh Humvee bermesin 6.2L. (jl)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 22 Januari 2002, halaman 26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s