LX570, Flagship SUV dari Lexus

Sosok mobil yang besar (fullsize) tidak selalu berarti lamban dalam bergerak. Atau sosok mobil yang besar tidak selalu berarti sulit dikendarai. Apalagi kalau sosok mobil yang besar itu adalah LX570, sport utility vehicle (SUV) fullsize dari Lexus.

Dengan mesin berkapasitas 5.7 Liter (5.663 cc), 8 silinder dalam konfigurasi V (V8), yang menghasilkan tenaga maksimum 383 PK pada 5.600 rpm dan torsi maksimum 530 Nm pada 4.000 rpm, LX570 menyimpan banyak tenaga untuk mengembangkan kecepatan sampai 100 kilometer per jam dari posisi berhenti hanya dalam 7,7 detik.

Dengan injakan ringan pada pedal gas, yang menggunakan electronic throttle control system with intelligent, mobil meluncur dengan ringan di jalan raya. Tidak terasa jarum spidometer telah menunjukkan angka 120 kilometer per jam. Jika diinginkan, benamkan pedal gas dalam-dalam, maka mobil akan melesat dengan cepat. Suara derum mesin V8 yang menerobos halus ke kabin LX570 memberikan sensasi tersendiri.

Kompas sempat memaju mobil itu di ruas jalan yang lengang sampai 140 kilometer. Kecepatan itu dicapai LX570 dengan mudah. Penggunaan active height control (X-AHC) dengan adaptive variable suspension (AVS) membuat LX570 tetap aman melakukan manuver dengan kecepatan tinggi.

Jika dikehendaki, pengendara tinggal menggeser tangkai persneling dari huruf D (drive) ke kanan dan mengoperasikan tiptronic. Pengendara dimungkinkan untuk menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara manual sesuai dengan irama yang diinginkan, dengan memajukan atau memundurkan tangkai persneling.

X-AHC yang berfungsi mengontrol ground clearance (ketinggian bagian bawah mobil dari permukaan jalan). Pada kecepatan tinggi, ground clearance secara otomatis diturunkan, agar pengendaraan lebih stabil. Jika diperlukan, ground clearance bisa ditinggikan melalui tombol di console box. Namun, jika mobil dipacu dengan kecepatan tinggi maka secara otomatis ground clearance diturunkan. Pada saat mesin dimatikan, secara otomatis gound clearance akan diturunkan sehingga pengendara dan penumpang dapat dengan mudah turun dari mobil.

Sementara AVS berfungsi menjaga agar posisi bodi mobil tetap rata (mendatar), baik di jalan raya maupun di medan offroad, atau pada saat mobil menikung dengan kecepatan tinggi.
Tampak besar

Dari luar sosok LX570 tampak besar, mengingat mobil itu berukuran panjang 4,990 meter, lebar 1,970 meter, dan tinggi 1,840 meter. Namun, begitu membuka pintu, masuk ke dalam, dan duduk di kursi pengendara, kesan besar itu hilang, mengingat hampir semua sudut mobil dapat dilihat melalui kaca spion. Kehadiran sensor dan kamera di bagian belakang membantu pengendara mengamati keadaan di sekitarnya secara menyeluruh.

Sama seperti eksteriornya, interior LX570 pun sangat mewah. Kualitas hiasan kayu dan kulit yang mendominasi interior membuat tampilan kabin LX570 tampak berkelas. Bahkan, hiasan kayu yang digunakan di berbagai bagian interior LX570 kualitasnya tidak kalah dengan hiasan kayu yang digunakan untuk interior kapal pesiar (yacht) yang mewah.

Sebagai flagship dari SUV keluaran Lexus, LX570 yang dijual dengan harga sekitar Rp 1,8 miliar, tentunya bisa disetarakan dengan LS460 L, yang merupakan flagship dari sedan-sedan keluaran Lexus. Itu sebabnya kesenyapan di dalam kabin LX570 tidak kalah daripada LS460 L.

Kesenyapan itu membuat pengendaraan menjadi lebih santai dan tidak melelahkan. Selain itu, pengendara dan penumpang dapat menikmati sound system secara sempurna saat bepergian. Suara instrumen musik terdefinisi dengan baik. Bunyi dentingan sendok stainless steel yang jatuh ke lantai, atau suara gemerincing kaca yang pecah berantakan ditembus peluru, terdengar sangat nyata.

Dilengkapinya LX570 dengan Mark Levinson Surround System yang menggunakan 19 speaker, dan 7,1 channel, membuat pengendara dan penumpang dapat menikmati musik setara dengan music room atau home theater. Khusus bagi penumpang belakang, disediakan layar monitor 9 inci untuk menonton DVD yang ditempatkan di langit-langit.

LX570 adalah SUV tulen. Sebab itu, LX570 dilengkapi dengan berbagai piranti yang dimiliki sebuah SUV. Mulai dari sistem penggerak empat roda permanen yang canggih, kemampuan untuk merayap menuruni tebing (crawl control atau juga dikenal dengan hill descent), kemampuan untuk menjaga mobil tidak mundur di tanjakan pada saat kaki lepas dari pedal rem (hill start assist control), sampai kemampuan menarik wagon dengan beban sampai 3.855 kilogram (3,8 ton).(JL)

Artikel dimodifikasi dari artikel di harian Kompas, 26 Maret 2008, halaman 41

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s