Honda Jazz Baru: Efisien dalam Mengonsumsi Bahan Bakar

Hari Rabu, 27 Agustus 2008. Pagi jam menunjukkan pukul 09.00. Wartawan otomotif dari beberapa surat kabar nasional berkumpul di kantor PT Honda Prospect Motor di Sunter. Di area parkir di depan lobi, terparkir rapi enam unit Honda Jazz Generasi II.
Pagi itu, dijadwalkan akan diadakan test drive Honda Jazz Generasi II secara terbatas untuk menguji efisiensi bahan bakar mobil yang diklaim hemat dalam mengonsumsi bahan bakar itu.
Kompas sesungguhnya telah menguji mobil itu pada tanggal 25 Juni lalu di kawasan perumahan Sentul City, Sentul, Jawa Barat, dua hari sebelum mobil itu diluncurkan di Equinox Club, Plaza Senayan, Jakarta. Namun, ajakan untuk mengikuti test drive Honda Jazz Generasi II secara terbatas itu sulit untuk dilewatkan begitu saja mengingat test drive yang dimaksudkan untuk menguji efisiensi bahan bakar itu dilakukan senyata mungkin, sama seperti dalam kehidupan sehari-hari.


Para wartawan otomotif mengemudikan keenam unit Honda Jazz itu ke enam lokasi yang berbeda, melintasi kondisi jalan yang berbeda-beda, dan juga jarak yang berbeda-beda, baik itu melintas di tengah-tengah kemacetan lalu lintas, di ruas jalan tol dalam kota, maupun di Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Test drive dilakukan dengan menggunakan penyejuk udara (AC) dan tanpa pembatasan kecepatan.

Kompas mendapatkan unit Honda Jazz Generasi II yang ketiga dengan rute HPM Sunter-Cilandak Town Square (Citos)-Plaza Senayan-Desa Gumati Sentul-Dharmawangsa Hotel. Total perjalanan yang ditempuh sejauh 156,7 kilometer. Yang mengejutkan adalah konsumsi bahan bakarnya 1 liter bensin untuk menempuh perjalanan sejauh 13,8 kilometer.

Padahal, selama mengemudikan Honda Jazz Generasi II yang menggunakan persneling otomatik itu, Kompas sama sekali tidak berusaha untuk mengemudikan mobil tersebut dengan tujuan menghemat bahan bakar, misalnya dengan menjaga agar kecepatan mobil tetap konstan dengan kisaran putaran mesin antara 2.000-2.500 putaran mesin per menit (rpm).

Langsung dipacu

Begitu keluar dari pekarangan HPM Sunter, pedal gas langsung diinjak dalam-dalam hingga jarum tachometer (penunjuk putaran mesin) menunjukkan angka 4.800 rpm mengingat pada angka 4.800 rpm itulah torsi maksimum sebesar 143 Newton-meter (Nm) dicapai.

Namun, mesin tidak sempat dipacu lama. Kemacetan di kawasan Sunter membuat perjalanan menuju pintu tol dalam kota agak terhambat. Setelah memutar di Tanjung Priok dan membayar tiket tol di pintu tol dalam kota, mobil pun segera dipacu. Jalan tol dalam kota pagi itu agak lengang sehingga Honda Jazz Generasi II dapat dipacu dengan kecepatan 120 kilometer per jam.
Sesekali, saat akan mendahului kendaraan lain, jarum spidometer menunjukkan angka 140 kilometer per jam. Di persimpangan Tol Cawang, alat navigasi menyarankan untuk membelok ke kiri dan kemudian membelok ke kanan ke arah Grogol, tetapi arus lalu lintas ke arah Grogol yang nyaris tak bergerak membuat Kompas memutuskan untuk lurus ke arah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di kawasan TMII, Kompas mengambil arah kiri dan masuk ke jalan tol lingkar luar Jakarta (JORR) ke arah Pondok Indah.

Kompas keluar di pintu tol Cipete, memutar balik, dan memasuki Citos. Di Citos, diberitahukan bahwa tempat tujuan berikutnya adalah Plaza Senayan. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Plaza Senayan. Sangat padatnya lalu lintas di ruas jalan menuju ke Plaza Senayan membuat perjalanan agak lama. Sampai di Plaza Senayan, alat pengukur yang ada menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar mobil yang digunakan Kompas, 1 liter bensin untuk menempuh perjalanan sejauh 13,5 kilometer.

Kecuali mobil yang kedua, yang digunakan oleh Jawa Pos, semua mobil berkumpul di Plaza Senayan. Setelah beristirahat sejenak di Coffee Bean, Plaza Senayan, perjalanan dilanjutkan ke Desa Gumati. Perjalanan menuju pintu tol dalam kota di Semanggi sempat terhambat. Lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman (dari Bundaran Patung Pemuda ke Jembatan Semanggi) macet berat.

Seusai membayar tiket tol di pintu tol Semanggi, mobil kembali dipacu cepat. Di Jalan Tol Jagorawi, mobil kembali dipacu sampai 140 kilometer per jam. Kali ini Kompas mengoperasikan teknologi tiptronic yang melengkapi persneling otomatik dengan 5 tingkat kecepatan untuk mendapatkan keasyikan berkendara. Kompas menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara menual tanpa kopling melalui pedal kecil (paddle shift) di setir.

Setelah acara makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Dharmawangsa Hotel melepas kelelahan di Spa. Yang menarik adalah konsumsi bahan bakar dari keenam unit Honda Jazz Generasi II itu berkisar dari yang terboros, 1 liter bensin : 12,5 kilometer, sampai yang terhemat, 1 liter bensin : 16 kilometer, mendekati klaim pabrik 1 liter bensin : 19 kilometer. (JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 5 September 2008, halaman 48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s