Toyota Kembali Memproduksi Mobil Sport

Banyaknya jumlah perusahaan pembuat mobil yang absen dari ajang pameran keempat terbesar di dunia tidak membuat perusahaan pembuat mobil asal Jepang, Toyota, berkecil hati. Bahkan, dalam Tokyo Motor Show 2009 yang berlangsung 23 Oktober-4 November, Toyota memperkenalkan dua model mobil sport terbarunya, yakni Toyota FT-86 Concept dan Lexus LFA.

Krisis ekonomi global yang diawali krisis keuangan di Amerika
Serikat membuat banyak perusahaan mobil terkena dampaknya. Tidak heran
di luar perusahaan pembuat mobil Jepang (Toyota, Nissan, Honda,
Mitsubishi, Mazda, Suzuki, Subaru, dan Daihatsu), hanya hadir Lotus
(Inggris) dan Alpina, rumah modifikasi BMW.

Pada press day hari pertama, Rabu (21/10), di Makuhari Messe,
Chiba, bagian timur Tokyo, Jepang, Presiden Toyota Motor Corporation
Akio Toyoda dalam pidatonya mengatakan, FT-86 Concept adalah mobil
sport konsep compact keluaran Toyota Motor Corporation (TMC) yang
menggunakan penggerak ban belakang. TMC telah meluncurkan banyak mobil
sport pada masa lalu, termasuk Levin dan Trueno model 86 atau hachi
roku, seperti Supra, Altezza, dan MR-S.

“Kenyataan bahwa tidak satu pun dari model-model itu yang masih
diproduksi pada saat ini membuat saya, sebagai penggila mobil sejati,
benar-benar sedih,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Sering dikatakan, kaum muda telah menjauhkan
perhatian mereka dari mobil, tetapi saya merasa, mungkin bukan mereka
yang meninggalkan mobil, tetapi kamilah sebagai perusahaan pembuat
mobil yang meninggalkan mereka. Itu sebabnya, saya percaya bahwa misi
perusahaan pembuat mobil adalah menyediakan mobil yang asyik
dikendarai bagi konsumen. Dan, FT-86 memiliki itu.”

FT-86 Concept mengembangkan keasyikan intrinsik yang disediakan
oleh sebuah mobil, seperti pedal gas (akselerator) dan setir yang
secara presisi mengendalikan mobil seperti yang diinginkan pengendara,
serta keinginan lebih untuk berkendara. Semua itu akan disediakan bagi
konsumen secepatnya.

FT-86 Concept merupakan kerja bareng Toyota dengan Subaru. Itu
sebabnya, tidak heran jika FT-86 menyandang mesin berkapasitas 2.0
Liter, 4 silinder dalam konfigurasi horizontal berlawanan (mendatar),
yang populer dengan sebutan boxer.

Kedua adalah Lexus LFA, mobil super yang keasyikan pengendaraannya
disempurnakan di sirkuit Nurburgring, Jerman, termasuk suara deruman
mesin yang didengar telinga pengendara dan menggabungkan berbagai
kualitas tinggi yang sesuai dengan karakter Lexus.

“LFA akan mulai dipasarkan pada akhir tahun 2010, dan kamiakan
membatasi produksinya di dunia pada 500 unit saja. Untuk memiliki
mobil yang menyatu dengan orang dan masyarakat selama lebih dari 100
tahun mendatang, TMC akan melanjutkan membuat mobil yang secara
optimal menyatukan mimpi dan keinginan orang banyak, serta apa yang
diinginkan orang banyak,” ujar Toyoda, cucu pendiri Toyota Motor
Corporation, Kiichiro Toyoda.

Ia mengatakan, “Saya secara pribadi terlibat dalam pengembangan
cita rasa LFA dari awal. Saya percaya bahwa Lexus memberikan cita rasa
tertinggi yang dicari oleh orang-orang yang akrab dengan hal-hal yang
sejati. Sekali mereka merasakan cita rasa itu, cita rasa itu akan
tetap melekat seumur hidup mereka.”

LFA menyandang mesin berkapasitas 4.8 Liter, 10 silinder dalam
konfigurasi V (V10). Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 552 PK dan
torsi maksimum 480 Nm, dengan batas garis merah putaran mesin pada
9.000 putaran mesin per menit (rpm). Sanggup berakselerasi dari 0-100
kilometer per jam dalam 4,9 detik dan kecepatan maksimumnya 323
kilometer per jam.

Sebelum tirai penutup disingkirkan, Toyoda menghidupkan mesin LFA
dan menginjak pedal gas hingga rata dengan lantai. Bunyi deruman mesin
mobil yang membahana sanggup memompa adrenalin hingga ke batas.

Mobil hibrida
Dalam pidatonya, Akio Toyoda juga menyinggung tentang mobil
hibrida, yang hemat dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah terhadap
lingkungan, yang merupakan komitmen utama Toyota.

Toyota tercatat sebagai perusahaan pembuat mobil pertama di dunia
yang memproduksi mobil hibrida secara massal. “Dua belas tahun telah
lewat setelah Toyota Prius generasi pertama diluncurkan pada tahun
1997. Tahun ini kami meluncurkan Prius generasi ketiga, juga RX dan HS
hibrida dari Lexus. Bahkan, kemarin kami membuka selubung Sai, mobil
hibrida mewah dari Toyota. Dalam kesempatan ini, saya ingin berterima
kasih kepada lebih dari 2 juta orang yangmembeli mobil-mobil hibrida
keluaran Toyota, khususnya Prius,” katanya.

Mobil hibrida adalah mobil yang menggabungkan mesin pembakaran
dalam yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar (diesel) dengan
motor listrik yang mendapatkan tenaga dari baterai.

Menurut Toyoda, berbicara mengenai eco-driving (berkendara secara
hemat bahan bakar), banyak yang berpendapat bahwa mobil hibrida dan
mobil listrik benar-benar berbeda, padahal hal itu tidak benar. Mobil-
mobil hibrida keluaran TMC, terutama Prius, mampu beroperasi sebagai
mobil listrik dalam arti sesungguhnya. Dalam arti, motor listrik
beroperasi sendirian tanpa bantuan mesin bensin. “Dengan demikian,
tidak berlebihan jika Prius sudah merupakan separuh kendaraan
listrik,” katanya.

Akio Toyoda juga menyebutkan akan memperkenalkan Prius Plug-in
Hybrid Concept, mobil listrik compact FT-EV II jarak dekat, dan mobil
fuel cell FCHV yang hanya menyisakan air.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 23 Oktober 2009, halaman 36

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s