Tugas Berat di Pundak Watanabe

Pertengahan Maret lalu, jabatan Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor diserahterimakan dari Tomoki Uchida (2011-2017) kepada Takehiro Watanabe. Dengan menulis judul di atas, sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyangsikan kemampuan Watanabe. Reputasi pria kelahiran Tokyo 52 tahun lalu itu cukup meyakinkan. Sebelum ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Honda Propect Motor, Watanabe yang bergabung dengan Honda pada tahun 1991, pernah bertugas di Honda Meksiko tahun 2002 dan Honda Amerika Serikat tahun 2010.

Persoalannya, reputasi Uchida yang digantikannya pun tidak kalah meyakinkan. Sebelum ke Jakarta, Uchida bertugas di Honda Inggris dan Honda Brasil. Namun, lebih daripada itu, ketika menjadi Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor prestasi yang ditorehkan Uchida (53) cukup cemerlang. Sewaktu memulai tugasnya pada tahun 2011, penjualan mobil Honda di Indonesia dalam satu tahun sekitar 45.416 unit, dan menjelang ia mengakhiri tugasnya pada tahun 2016, penjualan mobil Honda di Indonesia meningkat hingga 199.364 unit.

Dalam waktu hampir tujuh tahun, pangsa pasar mobil Honda di Indonesia meningkat dari 5 persen (2011) menjadi 19 persen (2016). Peningkatan penjualan mobil Honda di Indonesia itu ditopang oleh pemilihan model-model yang dengan cepat menjadi best seller. Dimulai dengan Brio (2012), yang kemudian diikuti dengan Brio Satya (2013), Mobilio (2014), HR-V (2015), dan BR-V (2016).

Uchida tidak berhenti di sana. Di bawah kepemimpinannya, PT Honda Prospect Motor pun membuka pabrik kedua hingga kapasitas produksinya mencapai 200.000 unit per tahun. Pembukaan pabrik kedua itu dimaksudkan untuk mendukung peningkatan penjualan dan model yang dipasarkan.

Honda pun menanamkan investasi dengan menambah fasilitas produksi di negara ini dengan menambah berbagai fasilitas produksi, seperti pabrik kruk as (crankshaft), pabrik cetak bodi dan komponen bodi (stamping plant), serta fasilitas pengujian mesin (engine bench test facility). Dengan demikian, PT Honda Prospect Motor mampu memenuhi permintaan di dalam negeri dan juga pasar ekspor.

Untuk memberikan layanan yang lebih cepat, serta hadir lebih dekat dengan konsumen, sejak tahun 2011 hingga bulan Maret 2017, Uchida membuka 52 dealer Honda baru. Dengan demikian, Honda kini total memiliki 169 dealer dan subdealer.

Dalam pidato perpisahannya, Uchida mengatakan, apa yang dicapai PT Honda Prospect Motor dalam lima tahun terakhir, seiring dengan pasar otomotif Indonesia yang berkembang sangat pesat. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan media, dealer, dan seluruh rekan kerja Honda di Indonesia. Namun, yang terlebih penting adalah kepercayaan konsumen dan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk Honda. ”Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam memajukan PT Honda Prospect Motor,” ujar Uchida.

Sementara itu, dalam pidato pertamanya, Watanabe mengemukakan, Indonesia merupakan negara yang penting bagi Honda. Selain sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, Indonesia juga salah satu negara yang paling potensial di dunia, dalam hal industri otomotif. ”Dengan dukungan dari semua pihak, saya akan memperkuat brand (merek) Honda di Indonesia,” kata Watanabe.(JL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s